Stage 1 Alor Setar - Kepala Batas •
182.6kms
9th February 2008
Oki Rosgani - Indonesia-Cycling.com George Town-Pulau Penang, 9 February 2008
Stage 1 Le Tour de Langkawi (LTdL) 2008 sepertinya belum menjadi keberuntungan bagi team Indonesia ataupun team Malaysia, pasalnya Stage yang didominasi dengan profil jalan mendatar telah menjadi makanan utama bagi para pembalap sprinter, bahkan Anuar Manan dari Letua Malaysia pun sempat kewalahan menghadapi pembalap-pembalap asing tersebut.
Stage 1 yang dimulai di depan Mesjid Zahir ini diikuti oleh 148 pembalap, cuaca yang cukup terik tidak menjadi beban yang berarti bagi para pembalap Eropa, ini terbukti dari mulai KM 0 dimana Start semu dimulai beberapa pembalap Eropa dan juga Jepang dan 19 pembalap lainnya mulai melakukan break away meninggalkan peleton besar.
 Sprick, Matthieu (FRA) - Bouygues Telecom (Photo by LTDLMedia)
Matthieu Sprick (Bouygues Telecom).
Pembalap asl Prancis itu mencatat waktu tercepat 4.10'55” dan masuk
seorang diri meninggalkan rombongan yang terdiri dari 18 pembalap. “Saya sangat puas dengan kemenangan di hari pertama lomba ini ikarena telah menjadikan saya juara. Saya berharap kemenangan ini akan terus berlanjut hingga stage selanjutnya,” ujar Sprick, yang memenagkan lomba di Stage pertama LTDL dan menghantarkan dia untuk memperoleh Yellow Jersey.
Stage pertama yang menempuh
etape pertama dari Alor Setar menuju Kepala Batas dengan jarak tempuh,
182.6 km, tidak mudah dilalui pembalap. Usaha yang dilakukan oleh Team Letua Malaysia, dimana usaha Tonton dan Ryan pembalap dari Indonesia bergabung menjadi sia-sia, "kami sudah berusaha untuk mengambil peluang, namun para pembalap tersebut sudah melakukan break away dan meninggalkan kami yang berada di peleton besar sejak kilometer awal". Bahkan posisi di peleton besar pun tidak terlalu banyak berubah mengingat semua team saling berusaha mengejar dan mencari peluang. Dia menilai bila pada etape pertama ini dipastikan miliki para
sprinter. Kami
mencoba pada KM 7 namun tertangkap. Selanjutnya kami
terus bersama dalam rombongan besar di grup 2,” terangnya. Jarak yang
cukup jauh ini diakui lantaran para pembalap sprinter mulai menyerang
sejak bendera lap dikibarkan.
Setelah
serangan tidak lagi dilancarkan hingga menjelang 25 km. Pada jarak ini
terjadilah serangan yang dimulai dan menyebabkan terjadi perpecahan
peleton.
Menariknya para
sprinter ini berada di grup dua dipimpin Matthieu Sprick, Mitvhell
Docker, Diego Nosoti, Jeremy Yates, Zakkari Dempster, Ruslan Ivanov,
Gustavo Cesar, Bernard Sulzberger, dan Hidenori Nodera. Mereka saling
bergantian mengambil kendali untuk memimpin rombongan terdepan. Kecuali
Prak Sung Baek berada di rombongan terdepan namun dia kalah adu sprint.
Prediksi Stage 2 Pada Stage 2 yang menempuh jarak 159.7 km ara Butterworth - Sitiawan diperkirakan perjuangan akan semakin berat mengingat dengan jarak yang lebih pendek
mereka harus beradu sprint kembali.
Team Eropa seperti Tinkoff Credit System, Serrementi PVC dan Bouygues Telecomd dan AG2R serta Team Asia seperti Meitan Hompo dan Letua akan terus berusaha merebut pertandingan pada Stage 2 besok, namun Tonton Susanto belum bisa memastikan mengingat Team Eropa cukup tangguh, dia berharap adanya kerjasama yang solid di dalam team sehingga apa yang diharapkan oleh Team-nya akan tercapai.(***)
Hasil etape pertama
1 Matthieu Sprick (Fra) Bouygues Telecom 4.10.55 (43.66 km/h) 2 Mitchell Docker (Aus) Drapac Porsche Developement Program + 0.03 3 Diego Nosotti (Ita) NGC Medical - OTC Industria Porte 4 Jeremy Yates (NZl) New Zealand National Team 5 Zakkari Dempster (Aus) South Australia.com – AIS 124 Ryan Ariehaan (Ina) L2A 132 Tonton Susanto (Ina) L2A
1 Matthieu Sprick (Fra) Bouygues Telecom 4.10.45 2 Mitchell Docker (Aus) Drapac Porsche Developement Program + 0.05 3 Matt Wilson (Aus) Team Type 1 + 0.07 4 Diego Nosotti (Ita) NGC Medical - OTC Industria Porte + 0.09 5 Bernard Sulzberger (Aus) Letua
Cycling Team + 0.10
|