|
Polygon Sweet Nice di Jelajah Malaysia 2008
Indonesia-Cycling.com 6 Januari 2008
Etape pertama Jelajah Malaysia
bakal menjadi intaian tim Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya.
Sebelum bertarung selama tujuh etape, mereka akan meliaht lawan-lawan klasik
yang biasa dijumpai di berbagai even.
Tim yang berdatangan di Jelahah Malaysia,
7-13 Januari ini diantaranya Giant (Taiwan),
Tabriz Petrochemical (Iran),
Marcopolo (China),
Matrix (Jepang), timnas Jepang, dan Skil Shimano (Belanda). Tim-tim ini
tergolong tangguh dan pernah saling mengalahkan di beberapa ajang.
Manajemen PSN menyatakan tim-tim yang turun di Jelajah Malaysia
ini sudah biasa dijumpai. Hanya PSN tidak merinci satu-persatu kekuatan
masing-masing pemalap di tim tersebut. Tidak tertutup kemungkinan terjadi
perpindahan pembalap di awal kompetisi 2007-2008. Seperti Tabriz diperkuat mantan
pembalap Giant, Ahad Kazemi Sarai beberapa waktu lalu.
"Kami sudah memiliki persiapan matang, tinggal menunggu
pertempurannya saja," terang Harijanto, Minggu (6/1). Mengenai etap
pertama pada lomba hari ini, dia tidak banyak memberi komentar. Pada etape
peratma ini menempuh jarak sepanjang 187 km dari Putra jaya menuju Portdickson.
Bila dilihat dari profile stage yang dilombakan, nyaris tidak ada ketinggian
yang dilombakan.
Praktis seluruh kontestan hanya dihadapkan pada ketinggian
250 m dari permukaan laut. Harijanto membenarkan bila pada stage ini, lebih
banyak adu sprint baik di penghujung garis finis maupun sepanjang rute.
Tuntutannya jelas dibutuhkan stamina yang prima, lantaran selama balapan ini
dilombakan lebih banyak track lurus, dibanding menanjak.
Dengan kekuatan pembalap-pembalap muda, PSN optimis minimal
bisa mengimbangi tim-tim tangguh yang bermaterikan pembalap senior. Lima
pembalap yang dikirim ke Malaysia
rata-rata usianya dibawah 25 tahun. Hari Fitrianto, Herwin Jaya, Riza Pahlevi,
Budi Santoso, dan debutan M.Syaifullah. Mementara empat pembalap asingnyas
masih "disimpan". "Mudah-mudahan kami bisa mengatasi, minimal
mengimbangi tim-tim tangguh," terangnya.
Seperti balapan pada umumnya, PSN selalu mengintai kekuatan
lawan pada etape pertama ini. Mereka mengatur strategi untuk mengintai lawan
yang layak diwaspadai pada etape petama ini. Berikutnya Hari Fitrianto dkk
harus mewaspadai tim yang memiliki selisih waktu terdekat dan pemilik Yellow
Jersey. Strategi ini umumnya digunakan untuk menyerang pada etape ketiga hingga
finis. (***)
|