Munas ISSI tanggal 23-24 Februari 2008


Jakarta, 25 Februari 2008
Indonesia-Cycling.com
By: Puspita Mustika

Musyawarah Besar ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia) ,  diselenggarakan pada tanggal 23-24 Februari 2008 di Hotel Atlit Century, Jakarta.

Dibuka oleh Ketua KONI Pusat, Ibu Rita Subowo dan dihadiri oleh Wakil ketua Umum, Bpk Ismet Tahir dan juga Dewan Penasehat, Bapak Beniardi yang dulu terkenal dengan obat Bodrex dari PT.Tempo

Selain membahas agenda kerja dan program ISSI, juga akan memilih Ketua Umum Baru Periode tahun 2008-2012, setelah Bapak Hari Sapto telah menjadi Ketua Umum PB.ISSI selama 7 periode berturut turut sejak tahun 1983.

Dalam masa kepemimpinan Bapak Hari Sapto sudah banyak menelurkan banyak pembalap yang mengharumkan Negra dan Bangsa dan juga mendirikan beberapa Velodrome di berbagai daerah, Jakarta, Bandung, Solo, Malang,Padang, Makasar, Medan, Pontianak dan dalam pembanguan di Kalimantan Timur.

Ketua Umum Baru PB ISSI telah terpilih. Dengan sosok muda Phansory Tanjung yang memenangkan votting dengan skor 19 mengalahakan Perryjoso yang hanya meraih 4 poin.

Panshory Tanjung, pengusaha muda , selama ini selalu ada dalam kepengurusan selama 25 tahun Bapak Harry Sapto, yang terakhir beliau duduk di Komisi Perlombaan PB.ISSI.

Di dela dela acar Munas ke 15 ini, diserahkan juga pengharagaan terhadap pembalap berprestasi, Tonton Susanto, Ranking 3 Asia Tour 2008 sepeda balap ITT  merk BMC  buatan Switzerland yang dipakainya di Sea Games Thailand 2007.

Dan juga    Ryan Ariehaan atas prestasinya menjadi juara Sea Games no Road Race pada even yang sama di Sea Games 24 di Thailand, sebuah sepeda ITT dengan merek Bianchi buatan Italy

Balap Sepeda Indonesia, PB.ISSI dengan   sosok kepemimpinan, Phansory Tanjung diharapkan  akan meneruskan perjuangan ketua umum sebelumnya, Bapak Hari Sapto untuk menjalani semua program yang sudah di jalan oleh Bapak Hari Sapto bagi seluruh insan balap sepeda Indonesia.

Jangan sampai Negara Besar Indonesia ini kalah dengan Negara Asean yang sudah berpikir maju kedepan melangkah  ke prestasi dunia,belum agi Negara Asia.

Regenerasi pembalap sangat perlu dengan dukungan memperbanyak frekuensi lomba di tanah air secara nasional dan internasional untuk menciptakan pembalap sekaliber Tonton Susanto,Ryan Ariehaan, Uyun Muzizah dan Santia Trikusuma yang saat ini berada pada prestasi tertingginya.

Juga  pemberdayaan dan peningkatan skil dan pengetahuan dari pelatih yang akan mengasah pembalap sepeda untuk bertarung di nasional maupun internasional, dengan menyelaenggrakan kursus kepelatihan dari tingkat dasar hingga level 3 serta pengiriman ke luar negeri untuk belajar dari Negara Negara maju.

Keberadaan klub amatir dan professional ditanah air harus didukung penuh agar pembalap tetap dapat bernaung  klubnya dan pembinaan di klub dapat berjalan sepanjang tahun, dan apabila PB.ISSI memerlukannya dapat memanggil mewakili negaranya di ajang Internasional dengan kondisi siap perang untuk bertanding.

Jayalah PB.ISSI…Jayalah Balap Sepeda Indonesia….

 

 
 
 

 

 

 

Design by RosganiSoft
Copyright © 2006, Indonesia-Cycling.com
Best viewed with 1025 x 768 screen resolution