|
Jakarta, Kompas
Peluang pembalap sepeda putra Indonesia di nomor 4.000 meter individual pursuit (IP) Asian Games akan lebih berat dengan hasil yang
diraih pembalap Korea Selatan Jang Sun Jae pada Seri Piala Dunia Trek di Sydney, akhir pekan lalu. Jang menjadi pembalap Asia terbaik di ajang
itu, meraih posisi ketujuh dengan waktu empat menit 30,781 detik.
Adapun catatan terbaik Indonesia di nomor ini diraih pembalap muda Fatahillah Abdullah saat sesi tes terakhir pelatnas di World Cycling Center,
Swiss, Selasa (21/11). Fatahillah mencatat waktu empat menit, 43,98 detik.
"Peluang putra di nomor ini lebih berat dari putri. Namun, hasil Fatah mengejutkan karena lebih cepat 17 detik dari waktunya pada tes bulan
lalu. Hasil itu juga lebih baik dari waktu Tonton Susanto, empat menit 45,498
detik, yang merupakan catatan terbaik pembalap nasional sebelumnya," ujar pelatih Puspita Mustika yang dihubungi Rabu (22/11).
Tonton dalam tes terakhir hanya mencatat waktu empat menit 48,93 detik. "Tonton kelelahan dan cuaca di sini semakin dingin sehingga agak
mengganggu. Hasil Fatah sangat menguntungkan karena di nomor pursuit kita punya dua
pembalap," ujar Puspita.
Sementara itu, catatan waktu pembalap putri Uyun Muzizah di nomor 3.000 m IP juga membaik meski belum mencapai target yang direncanakan. Pada tes
terakhir, Uyun mencatat waktu tiga menit 49,15 detik, lebih baik 1,15 detik dari tes sebelumnya. Adapun target Uyun sebelumnya adalah tiga menit 45
detik.
"Uyun memang belum mencapai target, namun trennya terus meningkat, dan kami optimistis dia bisa mencapainya di Doha. Dua pekan terakhir mereka berlatih
keras untuk mencapai puncak penampilan di Doha nanti," ujar Puspita.(was)
|