|
Oleh
: PUSPITA MUSTIKA
National
Cycling Head Coach
Ditulis
di WCC
UCI-Aigle, Switzerland
17 Oktober 2006, Jam 22.25
Setelah
menjalani pemusatan latihan di World Cycling Center (WCC) UCI-Aigle, Swiss
selama 5 minggu lebih dari 11 minggu rencana pemusatan di Swiss, dari tanggal
6 September yang lalu, pembalap sepeda Indonesia ,Uyun Muzizah, Tonton Susanto,
Samai, Matnur, Kaswanto dan 2 pembalap yang baru 2 minggu bergabung di
WCC, Fatahillah dan Edi Purnomo mencatat kemajuan yang sangat pesat,semua
pembalap memperbaiki rekor pribadi masing masing dibandingkan waktu di
Pemusatan Latihan di Indonesia.
Tes
resmi dilakukan kemarin hari Selasa tanggal 16 Oktober, dengan nomor 500m ITT
Flying Start dan 3km IP Standing Start untuk Putri yaitu Uyun Muzizah
dan nomor 1km ITT Flyng Start dan
4 km IP untuk Putra di Velodrome WCC yang terbuat dari kayu dan mempunyai
panjang lintasan 200m per putaran dengan ketinggian paling curam 48 derajat
dan Indoor, pada suhu udara dalam ruangan 14 derajat Celcius pada pagi hari
pukul 10.00.
Saat
ini Team Balap Sepeda Indonesia sudah menggunakan
9 buah peralatan sepeda yang
terbaru, yaitu BT(Biketechnologies)-Australia
, Frame atau rangka sepeda yang
terbuat dari Full Carbon dan dibuat secara Monocoque memakai tehnologi
Aerospace, dicetak hanya dalam 1 cetakan saja yang dipesan secara khusus dari
Australia ini dan harus menunggu
selama 3 bulan dan di cat sesuai warna bendera Indonesia,Merah Putih.SElain
Ringan dan kuat sepeda ini sangat rigid atau stabil dalam kecepatan tinggi
sewaktu dikayuh diatas lintas Velodrome, dan mempunyai harga hampir Rp.80 juta
per sepeda lengkap, dan PB ISSI dan KONI Pusat untuk Asian Games XV,
Doha-Qatar.
Uyun
pada Tes pertama yaitu 500 m ITT Flying Start , menggunakan Roda depan Mavic 5
Spoke buatan Perancis dan belakang memakai Roda Disc
Campagnolo Ghibli,menempuh 2,5 lap velodrome dengan
catatan waktu 31,90 detik
, lebih baik 1,5 detik dibandingkan
catatan waktu di Indonesia yang menorehkan waktu hanya 33,24 detik.
Tes
kedua dilakukan 45 menit kemudian
untuk nomor 3000m IP(Individual Pursuit)nomor andalannya,mencatat waktu 3
menit 56,22detik yang juga memecahkan rekornya pada waktu meraih 2 medali
emas di Asia Cup bulan Juli di Malaysia dan Thailand ,3 menit 56,65 detik dan
juga waktu tes di Velodrome Malang bulan Juni , 4 menit 12,05 detik.
Pada
nomor 1000m ITT Flying Start semua pembalap putra mencatat kemajuan catatan
waktunya dibandingkan di Indonesia, tetapi yang paling drastis peningkatannya
dilakukan oleh Samai, pembalap tipe Sprinter Wismilak Surabaya ini menorehkan
waktu 1 menit 03,00 detik
dibandingkan waktu terakhirnya pada tes di Velodrome Sawojajar Malang pada
tanggal 20 Juni yaitu, 1 menit 06,37 detik , selisih 3 detik lebih.Juga nomor
4000m IP Standing Start, yang belum pernah melakukan tes IP di Indonesia
mencatat waktu 4 menit 58,86 detik.Samai
sendiri merasa terkejut dengan catatan waktunya sendiri.Samai sendiri pada
Asian Games nanti akan disiapkan untuk nomor Point Race dan Road Race sebagai
ujung tombak ,Sprinter sanagt diperlukan untuk melakuakn finishing di garis
akhir.
Tonton
Susanto, pembalap tipe Time Trial asal Pangandaran, Jawa Barat dan juga club
Wismilak Surabaya ini, mencatat waktu 1
menit 05,54 detik untuk 1km
ITT dan 4km IP mencatat waktu 4 menit
55,38 detik.keduanya memperbaiki waktunya di Indonesia pada tes tanggal 20
Juni lalu, yaitu, 1 menit 07,68 detik untuk 1km ITT dan 5menit 09,92 detik
untuk 4km IP.Tonton akan difokuskan pada nomor ITT 50km, Road Race dan IP pada
Asian Games nanti.
Kaswanto,
pembalap Jawa Timur ini dipersiapkan pada nomor Individual Pursuit(IP) dan
Road Race mencatat waktu 1 menit
05,98 detik memperbaiki waktunya 1menit 09,77 detik dan untu
pursuitnya mencatat waktu 5
menit 03,23 detik memperbaiki waktunya di Indonesia 5 menit 05,53 detik.
Matnur,
pembalap Wismilak Surabaya ini mencatat waktu ITT
1000m Flying Start1 menit
07,86 detik memperbaiki waktunya 1 menit 12,12 detik dan untuk IP 4 km
mencatat waktu 5 menit 08,41 detik dan ini pertama kali dia mencatat waktunya
di 4km IP.Asian Games disiapkan untuk mendampingi Samai sebagai tracker pada
nomor road Race yang diperkirakan mempunyai rute datar dan akan tetap pada
group besar, dan diperlukan Sprinter pada rombongan besar untuk penentuan
juara di garis akhir.
Fatahillah,
pembalap
muda usia yang asal Makasar dan
juara kategori Sprint pada Tour Indonesia yang lalu mencatat waktu ITT 500m
1 menit 06,07 detik memperbaiki waktunya di Indonesia 1 menit 07,98 detik
dan pada nomor IP 4 km 5 menit 06,86
detik lebih baik dari waktunya sendiri 5 menit
17,89 detik.Pada Asian Games kali ini disiapkan untuk mendsampingi
Tonton di no ITT 50km dan Road Race.
Edi
Purnomo,pembalap asal Jawa Tengah ini juga
berkarakter sprinter pada jalan raya, disiapkan secara khusus menjalani
bersama group sprint untuk nomor Sprint dan Keirin Race, yang mempunyai
program lebih banyak di Weight Training dan Track.pada tes awal minggu lalu
untuk 200m Flying Start masih mencatat wakyu 11,84
detik dan 200m di belakang motor atau
Passing Motor mencatat waktu 10,90
detik.
Evaluasi
setelah Tes pertama sudah dilakukan , dan masih banyak kekurangan yang harus
disempurnakan lagi terutama pada penggunaan peralatan baru seperti , roda Disc
depan , Helm dan Jersey. Juga program pemanasan yang masih umum dan harus
dilakukan secara individu yang dibutuhkan dari masing masing pembalap. Secara
mental juga harus lebih focus pada persiapan pribadi masing masing dan lebih
Confidence atau percaya diri atas hasil latihan selama in I yang sudah
dilakukan selama 5 minggu lebih dan 6 minggu menuju Doha hal ini lebih
ditingkatkan lagi.Penyempurnaan kekurangan pada Tes I akan diulang lagi pada
Tes kedua pada tanggal 26 Oktober nanti.
Pada
program minggu 42 Ini adalah program
latihan minggu akhir pada fase Daya Tahan dan Kekuatan, pada minggu ke 43
dilakukan Recovery week atau minggu pemulihan. Dan mulai minggu ke 44 hinggga
ke 47 , akhir bulan November menjelang keberangkatan langsung ke Doha-Qatar,
memasuki minggu Spesific nomor
masing2 dan lebih focus pada nomornya dan bersifat individu sesuai nomor yang
diturunkan pada Asian Games X, Doha Qatar yang akan memulai nomor Balap Sepeda
pada tanggal 3 Desember, pada
Minggu 48 adalah adalah memasuki program minggu Competition atau Lomba, untuk
mencapai Peak prestasi yang diinginkan pada puncak kondisi dan prestasi.
WCC
UCI di Swiss ini menerapkan program latihan dengan metode Heart Rate Training
(HRT) yang disiap kan oleh ,Frederic Magne-Perancis,Manager Training and
Development WCC UCI dibantu oleh Sebastien Duclos-Perancis dan Puspita
Mustika-Pelatih Indonesia dengan
sisipan program BT-ATS (Biketechnologies-Advance Training System) dari
Australia sebagai mesin Simulator untuk berlatih secara tepat, akurat dan
efisien membentuk Power tungkai kaki pembalap sepeda, pada setiap nomornya.
Mesin Ergo ini dilengkapi oleh mini computer untuk mencatat pengeluaran Tenaga
atau Power Output yang dikeluarkan oleh pembalap yang mengayuhnya dan juga
waktu pengerjaan latihan.
Pembalap
sepeda kita melakukan latihan di atas mesin ergo BT-ATS ini seminggu 2-3 kali
untuk mempercepat pembentukan power tungkai kakinya.Jadi selain peralatan
dengan tehnologi mutahir dan canggih, pemrograman secara efisien tepat dan
akurat juga berkembang cepat
secara science atau ilmu
pengetahuan kepelatihan dengan metode yang sudah mutahir untuk menghasilkan
prestasi tinggi yang diharapkan.
Semoga
semua hal yang sudah direncanakan dan diprogramkan sesuai dengan yang
diharapkan oleh Pecinta Balap Sepeda Indonesia,PB ISSI,
KONI Pusat,Menpora dan juga Masyarakat Indonesia agar Merah Putih bisa
berkibar di Asian Games X, Doha -Qatar nanti.
RED
WHITE BIKE GOING FOR GOLDS…!!!
|